Latest News

Showing posts with label KATA KATA MUTIARA. Show all posts
Showing posts with label KATA KATA MUTIARA. Show all posts

Monday, January 23, 2017

KATA BIJAK DARI PARA TOKOH DUNIA

KATA -KATA BIJAK

Kata-kata bijak para tokoh terkenal.

1. Marah itu mudah. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang tulen, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itu yang sulit. (Aristoteles)

2. Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup. (John Pattrick).

3. Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang ketika ia marah, karena akan seperti itu pulalah perlakuannya pada Anda. (Henry Ward Beecher)

4. Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. (Winston Chuchill)

5. Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak terbentuk dalam riak besar kehidupan. (Goethe)

6. Secara teoritis saya meyakini hidup harus dinikmati, tapi kenyataannya justru sebaliknya – Karena tak semuanya mudah dinikmati. (Charles Lamb)

7. Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur. (Richard Wheeler)

8. Bila Anda ingin bahagia, buatlah tujuan yang bisa mengendalikan pikiran, melepaskan tenaga, serta mengilhami harapan Anda, (Andrew Carnegie).

9. Kita hanya berfikir ketika kita terbentur pada suatu masalah. (John Dewey)

10.Kesalahan orang lain terletak pada mata kita, tetapi kesalahan kita sendiri terletak di punggung kita. (Ruchert)

11.Yang baik bagi orang lain adalah selalu yang betul-betul membahagiakannya. (Aristoteles)

12.Semua yang real bersifat rasional dan semua yang rasional bersifat real. (Hegel)

13.Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu. (Petrus Claver)

14.Lebih baik bertempur dan kalah daripada tidak pernah bertempur sama sekali. (Arthur Hugh Clough)

15.Hidup adalah lelucon yang baru saja dimulai. (W.S. Gilbert)

16.Orang yang bisa menggunakan dan menyimpan uang adalah orang yang paling bahagia, karena ia memiliki kedua kesenangan. (Samuel Johnson)

17.Kebijaksanaan tidak pernah berbohong. (Homer)

18.Tuhan sering mengunjungi kita, tetapi kebanyakan kita sedang tidak ada di rumah. (Joseph Roux)

19.Seorang pendengar yang baik mencoba memahami sepenuhnya apa yang dikatakan orang lain. Pada akhirnya mungkin saja ia sangat tidak setuju, tetapi sebelum ia tidak setuju, ia ingin tahu dulu dengan tepat apa yang tidak disetujuinya. (Kenneth A. Wells)

20.Seorang lelaki sudah setengah jatuh cinta kepada wanita yang mau mendengarkan omongannya dengan penuh perhatian. (Brenden Francis)

21.Kebahagian hidup yang sebenarnya adalah hidup dengan rendah hati. (W.M. Thancheray)

22.3x25 Watt ≠ 75 Watt
Sebuah bola lampu berukuran 75 watt kelihatan bersinar lebih terang dibandingkan dengan tiga buah bola lampu 25 Watt yang dinyalakan bersamaan.

23.Dari semua hal, pengetahuan adalah yang paling baik, karena tidak kena tanggung jawab maupun tidak dapat dicuri, karena tidak dapat dibeli, dan tidak dapat dihancurkan. (Hitopadesa)

24.Bila orang mulai dengan kepastian, dia akan berakhir dengan keraguan. Jika orang mulai dengan keraguan, dia akan berakhir dengan kepastian. (Francis Bacon)

25.Cuma sedikit orang yang menginginkan kebebasan, kebanyakan hanya menginginkan seorang tuan yang adil. (Gaius Sallatus Crispus)

26.Tak diinginkan, tak dicintai, tidak diperhatikan, dilupakan orang, itu merupakan derita kelaparan yang hebat, kemiskinan yang lebih besar daripada orang yang tak bisa makan. Kita harus saling merasakan hal itu. (Ibu Teresa)

27.Pengalaman bukan saja yang telah terjadi pada diri Anda. Melainkan apa yang Anda lakukan dengan kejadian yang Anda alami. (Aldous Huxley)

28.Dunia adalah komedi bagi mereka yan memikirkannya, atau tragedi bagi mereka yang merasakannya. (Harace Walpole)

29.Saya percaya kata managing berarti memegang burung dara di kepalan tangan. Kalau terlalu kencang ia akan mati. Tapi bila terlalu kendur, bisa terlepas. (Tommy Lasorda)

30 Sejarah manusia merupakan tanah pemakaman dari kebudayaan-kebudaya an yang tinggi, yang rontok karena mereka tidak mampu melakukan reaksi sukarela yang terencana dan rasional untuk menghadapi tantangan. (Erich Fromm)

31.Kemajuan merupakan kata yang merdu. Tetapi perubahanlah penggeraknya dan perubahan mempunyai banyak musuh. (Robert F. Kennedy)

32.Kita mengajarkan disiplin untuk giat, untuk bekerja, untuk kebaikan, bukan agar anak-anak menjadi loyo, pasif, atau penurut. (Maria Montessori)

33.Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat. (Maria Montessori)

34.Kemampuan menertibkan keinginan merupakan latar belakang dari watak. (John Locke 1632-1704)

35.Kebahagian dari setiap negara lebih bergantung pada watak penduduknya daripada bentuk pemerintahannya. (Thomas Chandler Haliburton 1796-1865)

36.Menyapu lantai dan mencuci pispot sama mulianya seperti menjadi presiden. (Richard M. Nixon)

37.Jangan pernah membanting pintu, siapa tau kita harus kembali. (Don Herold)

38.Diplomat ialah orang yang selalu ingat pada ulang tahun seorang wanita tetapi tidak pernah ingat berapa umur wanita itu. (Robert Frost)

39.Orang yang paling tidak bahagia ialah mereka yang yang paling takut pada perubahan. (Mignon McLaughlin)

40.Kalau manusia berangsur menjadi tua, umumnya ia cendrung menetang perubahan, terutama perubahan ke arah perbaikan. (John Steinbeck)

41.Selama hidup saya yang sudah 87 tahun ini, saya telah menyaksikan serentetan revolusi teknologi. Tetapi tidak satu pun diantaranya yang tidak membutuhkan watak yang baik atau kemampuan untuk berfikir. (Bernard M. Baruch)

42.Pendidikan mempunyai akar yang pahit, tapi buahnya manis. (Aristoteles)

43.Pendidikan mengembangkan kemampuan, tetapi tidak menciptakannya. (Voltaire)

44.Pendidikan yang baik tidak menjamin pembentukan watak yang baik. (Fonttenelle)

45.Setelah makan, pendidikan merupakan keperluan utama rakyat. (Danton)

46.Kerendahan hati disukai orang-orang terkenal. Namun orang yang bukan apa-apa sulit untuk rendah hati. (Paul Valěry)

47.Emansipasi merupakan seni untuk berdiri di atas kaki sendiri namun dipeluk tangan orang lain. (Alex Winter)

48.Sebelum menikah saya mempunyai enam teori tentang bagaimana mendidik anak. Kini saya mempunyai enam anak dan tidak mempunyai teori. (John Wilmot, Earl of Rochester 1647-1680)

49.Kebahagiaan itu seperti batu arang, ia diperoleh sebagai produk sampingan dalam proses pembuatan sesuatu. (Aldous Huxley)

50.Dari pesawat terbang yang saya cintai, saya melihat ilmu pengetahuan yang saya puja memusnahkan kebudayaan, padahal saya mengharapkan mereka dimanfaatkan untuk kebudayaan. (Charles A. Lindbergh, Jr.)

51.Harapan adalah tiang yang menyangga dunia. (Pliny the Elder)

52.Alat penghemat kerja yang paling populer sampai saat ini masih tetap suami yang berada. (Joey Adams)

53.Seorang arkeology merupakan suami yang terbaik yang bisa diperoleh wanita; makin tua si istri, makin besar minat suami terhadapnya. (Agatha Cristie)

54.Saya lebih suka lamunan untuk masa akan datang daripada sejarah masa lalu. (Thomas Jefferson 1743-1826)

55.Jangan memberi nasehat kalau tidak diminta. (Erasmus)

56.Manusia mudah dibohongi oleh orang yang dicintainya. (Molire)

57.Sebelum menulis, belajarlah berpikir dulu. (Boileau)

58.Orang yang berjiwa cukupan, merasa bisa menulis dengan hebat. Orang yang berjiwa besar merasa bisa menulis cukupan. (La Bruyère)

59.Kemenangan yang paling indah adalah bisa menaklukkan hati sendiri. (La Fontaine)

60.Tidak ada yang selembut dan sekeras hati. (G.C. Lichtenberg)

61.Lebih baik mengerti sedikit daripada salah mengerti. (A. France)

62.Orang memerlukan dua tahun untuk berbicara, tetapi limapuluh tahun untuk belajar tutup mulut. (Ernest Hemingway)

63.Penulis buku jarang intelektual. Intelektual ialah mereka yang berbicara tentang buku yang ditulis orang lain. (Françoise Sagan)

64.Orang yang mencemarkan udara dengan pabriknya dan anak ghetto yang memecahkan kaca etalase toko menunjukkan hal yang sama. Mereka tidak peduli pada orang lain. (Dhaniel Patrick Moynihan)

65.Mereka yang bermimpi di siang hari akan lebih menyadari bahaya yang luput dari penglihatan mereka yang mimpi di malam hari. (Edgar Allen Poe)

66.”Mulai” adalah kata yang penuh kekuatan. Cara terbaik untuk menyelesaikan sesuatu adalah, “mulai”.Tapi juga mengherankan, pekerjaan apa yang dapat kita selesaikan kalau kita hanya memulainya. (Clifford Warren)

67.Saya tak hanya menggunakan semua kecerdasan yang dimiliki otak melainkan juga yang dapat saya pinjam. (Woodrow Wilson)

68.Yang kalah adalah wujud hukuman atas kegagalan. Pemenang adalah penghargaan atas kesuksesannya. (Bob Gilbert)

69.Bila Anda mengatakan apa yang Anda pikirkan, jangan harap hanya mendengar apa yang Anda sukai. (Malcom S. Forbes)

70.Kesulitan itu ibarat seorang bayi. Hanya bisa berkembang dengan cara merawatnya. (Douglas Jerrold)

NABI MUHAMMAD SAW [KATA KATA BIJAK]

Kumpulan Sabda Nabi Besar Muhammad SAW

“Seorang Muslim yang menanam pohon atau menabur benih pada bidang tanah, dimana manusia, burung dan hewan bisa memakannya, adalah melakukan perbuatan amal.” (HR Muslim)

“Ada sebuah semir untuk segala sesuatu yang menghapus karat, dan semir untuk jantung adalah dengan mengingat Allah. “(HR Bukhari)

“Tindakan apa yang paling baik?Dengan menggembirakan hati manusia, memberi makan orang yang lapar, membantu para korban, meringankan kesedihan yang sedih, dan menghilangkan penderitaan yang terluka. “(HR Bukhari)

“Amal yang paling dicintai oleh Allah adalah yang terus menerus meski hanya sedikit.”

“Perbanyaklah kamu mengingat mati, karena hal itu bisa membersihkan dosa dan menyebabkan zuhud atau tidak cinta kepada dunia.”

“Tanda tanda orang yang celaka antara lain : Bergairah dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan haram, dan menjauhi nasihat.”

“Jangan sekali-kali kamu menganggap remeh kebajikan meski kelihatannya tidak berharga, yaitu seperti ketika kamu menyambut temanmu dengan menampakkan wajah berseri-seri.”

“Lihatlah orang-orang yang dibawahmu dalam urusan harta dunia, dan jangan sekali-kali melihat yang berada di atasmu, supaya kamu tidak meremehkan karunia Allah yang diberikan kepadamu.”

“Setiap anak terlahir dalam keadaan suci (fitrah). Kedua orangtuanya-lah yang telah menjadikan mereka Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi.” (HR. Bukhari)

“Jihad yang paling baik adalah menaklukkan diri sendiri.” (HR Bukhari)

“Allah tidak akan memberikan belas kasihan kepada siapa pun, kecuali orang-orang yang memberikan rahmat bagi makhluk lain.” (Abdullah b Amr:. Abu Dawud & Tirmidzi)

“Katakanlah apa yang benar, meskipun mungkin pahit dan tidak menyenangkan bagi orang-orang.” (Baihaqi)

“Kebaikan adalah tanda iman, dan siapa pun yang tidak baik tidak memiliki iman.” (HR Muslim)

“Ketika Anda melihat seseorang yang telah diberikan kekayaan dan keindahan melebihi Anda, lihatlah orang-orang yang masih mampu bersyukur meski dalam kekurangan.” (HR Muslim)

“Lebih baik duduk sendirian daripada ditemani dengan keburukan; dan lebih baik duduk dengan baik daripada sendirian. Lebih baik berbicara dengan seorang pencari pengetahuan daripada tetap diam; tapi lebih baik berdiam diri daripada mengucapkan kata-kata kurang sopan. “(HR Bukhari)

“Sesungguhnya, seorang laki-laki yang mengajarkan sopan santun kepada anaknya lebih baik daripada memberikan satu gantang gandum untuk disedekahkan.” (HR Muslim)

“Siapapun yang baik, Allah akan baik padanya; Oleh karena itu bersikaplah baik kepada manusia di bumi. Dia akan menunjukkan belas kasihan pada Anda “(Abu Dawud: Tirmidzi).

“Sulit bagi seorang pria yang sarat dengan kekayaan untuk mendaki jalan curam, yang mengarah ke kebahagiaan.” (HR Muslim)

“Yang terbaik dari kamu adalah mereka yang baik kepada perempuan.” (HR al-Tirmidzi)

“Siapa pun yang mengasihi untuk bertemu Allah, Allah mengasihi untuk bertemu denganNya” (HR Bukhari)

“Siapa yang mampu belajar? Merekalah yang mempraktekkan apa yang mereka ketahui. “(HR Bukhari)

“Allah telah mengungkapkan kepadaku, bahwa Anda harus menjadi rendah hati. Tidak ada yang memegahkan diri atas satu sama lain, dan tidak ada yang harus menindas yang lain “(Iyad b Hinar al-Mujashi:. Muslim).

“Seorang Muslim sejati adalah mampu bersyukur kepada Allah dalam kemakmuran, dan pasrah kepada kehendakNya ketika dalam kesulitan.” (HR Muslim)

“Seorang Muslim yang bertemu dengan orang lain dan berbagi beban mereka, jauh lebih baik dari orang yang menjalani kehidupan pengasingan dan mengurung diri.” (HR Muslim)

“Melayani Allah, seakan-akan Anda bisa melihat-Nya; meskipun Anda tidak dapat melihat-Nya, Dia dapat melihat Anda “(Umar: Muslim).

“Allah tidak melihat penampilan atau harta benda Anda; tapi Dia melihat hati dan perbuatanmu “(Abu Huraira: Muslim).

“Kekayaan terbaik adalah kekayaan jiwa.” (HR Bukhari)

“Jauhkan dirimu dari iri hati; karena memakan dan mengambil tindakan yang baik, seperti api memakan dan membakar kayu. “(Abu Dawud)

“Banyak bertafakur dan pembawaan diri yang baik. Tidak ada dua hal yang lebih baik daripada ini.” (HR Bukhari)

“Sesungguhnya, Allah menyukai kelembutan, dan Dia memberikanNya kepada makhlukNya yang lemah lembut. Dia tidak memberi kepada yang keras hati.” (HR Muslim)

“Ketika Nabi ditanya:” Beritahu kami, tindakan apa yang dicintai Allah “Dia menjawab:”?. Untuk beribadah pada waktu yang tepat. “Sekali lagi ia bertanya :” Apa yang terjadi selanjutnya “. Nabi mengatakan :” Selalu berbakti kepada orang tua” Lalu apa lagi? ” ia bertanya, ” berjuang dijalan Allah! “(Ibn Masad: Bukhari).

“Sesungguhnya, salah satu hal yang disukai Allah adalah menghormati orang tua.” (HR Bukhari)

“Aku perintahkan kau memperlakukan perempuan dengan ramah …” (HR Bukhari)

“Semua Muslim seperti komunitas, masing-masing memperkuat yang lain; sedemikian rupa untuk saling mendukung “(Abu Musa: Bukhari & Muslim).

“Berjuanglah selalu unggul dalam kebajikan dan kebenaran.” (HR Bukhari)

“Anda tidak akan masuk surga sampai Anda memiliki iman; dan Anda tidak akan menyelesaikan iman Anda sampai Anda saling mengasihi. “(HR Muslim)

“Dia, yang ingin masuk surga di gerbang terbaik, harus menyenangkan ayah dan ibunya.” (HR Bukhari & Muslim)

“Saya menjamin dua hal diantara kamu, dan jika Anda mampu berpegang teguh dengan yakin, Anda tidak akan pernah tersesat; satu adalah Al-Qur’an dan yang lainnya adalah jalan hidupku. “(terakhir Khotbah di Bukit)

“Allah adalah Satu dan suka Kesatuan.” (HR Muslim)

“Tidak bisa dikatakan sebagai muslim yang sempurna, ketika makan sampai dia kenyang dan sementara ada tetangganya yang lapar.” (Ibn Abbas: Baihaqi)

“Dia bukan dari golongan kita jika tidak mampu menyayangi anak-anak kecil, dan tidak menghormati yang lebih tua; dan dia bukan dari kita, yang makan minum yang tidak halal, dan melakukan yang melanggar hukum “(Ibn Abbas: Tirmidzi).

“Untuk berjuang dijalan Allah dari fajar sampai tengah hari dan matahari terbenam adalah lebih baik daripada harta benda dan kenikmatan kehidupan duniawi secara keseluruhan.” (HR Bukhari)

“Janganlah seperti orang munafik yang, ketika ia berbicara selalu berbohong; ketika ia memberikan janji, selalu ingkar; dan ketika ia dipercaya, ia tidak jujur​​. “(HR Bukhari & Muslim)

“Bukti ketulusan seorang Muslim adalah, bahwa ia memberi tidak mengindahkan hal itu, dimana bukan urusannya.” (Abu Huraira: Tirmidzi)

“Apakah Anda tahu apa yang lebih baik daripada amal dan berpuasa dan berdoa? Menjaga perdamaian dan hubungan baik antara orang-orang, karena pertengkaran dan perasaan buruk menghancurkan umat manusia. “(Muslim & Bukhari)

“Lakukan yang terbaik di dunia ini, seolah-olah Anda berada di sini untuk tinggal selamanya; dan persiapkan diri seolah-olah Anda harus mati besok. “(HR Bukhari)

“Kenyamanan duniawi tidak membuatku tertarik. Saya seperti seorang musafir, yang mengambil istirahat di bawah pohon di tempat teduh dan kemudian melanjutkan perjalanan. “(HR al-Tirmidzi)

SUMBER : http://bramardianto.com/kata-kata-bijak-dari-nabi-besar-muhammad-saw.html

NABI ISA AS [KATA KATA BIJAK]

KATA – KATA BIJAK NABI ISA

Dalam suatu bukunya Imam Ghazali, mengupas tersendiri tentang nasehat dari Nabi Isa AS untuk kita semua…

1. “Wahai anak adam yang lemah, bertakwalah dimana pun kalian berada, sebab kalian di dunia ini hanya sebagai tamu, karena hanya sebagai tamu maka kalian akan kembali ke rumah asal kalian..

2. Jadikan Masjid kalian sebagai rumah..

3. Banyak beri pelajaran kepada mata kalian untuk menangis, karena banyaknya dosa2 kalian..

4. Ajarkanlah kepada tubuh kalian untuk sabar..

5. Ajari hati kalian untuk tafakur..

6. Jangan terlalu berpikir dan repot tentang rejeki esok hari, karena itu kesalahan, dan menandakan kalian masih bergantung kepada kekayaan daripada Allah SWT..

7. Sebagaimana tak mungkin jadikan buih lautan sebagai rumah maka jangan jadikan dunia sebagai suatu yang abadi..

8. Orang yang haus terhadap harta dia seperti minum air lautan, tidak akan pernah merasa segar malah terus minum terasa kering kerongkongan…”

SUMBER : WAKIDYUSUF

NABI IBRAHIM [KATA KATA BIJAK]

KATA – KATA BIJAK NABI IBRAHIM

1 . Kesabaran yang disertai iman kepada Allah membawa kemenangan.

2 . Orang yang bahagia ialah orang yang berwaspada dan mengharapkan syafaat dari Tuhannya dengan amal-amal solehnya.

3 . Bila kamu memohon sesuatu kepada Allah dan berdoa maka ikhlaskanlah niatmu demikian pula puasa dan solatmu.

4 . Janganlah bersumpah dalam keadaan kamu berdusta dan janganlah menuntup sumpah dari orang yang berdusta agar kamu tidak menyekutui mereka dalam dosa.

5 . Taatlah kepada raja-rajamu dan tunduklah kepada pembesar-pembesarmu serta penuhilah selalu mulut-mulutmu dengan ucapan syukur dan puji kepada Allah.

6 . Janganlah iri hati kepada orang-orang yang baik nasibnya, karena mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kebaikan nasibnya.

7 . Barang siapa melampaui kesederhanaan tidak sesuatu pun akan memuaskannya.

8 . Tanpa membagi-bagikan nikmat yang diperolehnya seorang tidak dapat bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang diperolehnya itu.

SUMBER : WAKIDYUSUF 

NABI ILYAS [KATA KATA BIJAK]

KATA – KATA BIJAK NABI ILYAS

1. Hendaklah orang-orang yang menginginkan untuk mengerjakan amal-amal yang saleh memperhatikan diri mereka karena seseorang tidak akan memperoleh manfaat ketika mendapati dunia mendapatkan keuntungan sementara ia mendapati kerugian.

2. Hendaklah orang yang mengajari orang lain berusaha untuk lebih baik daripada orang lain karena tidak akan bermanfaat suatu nasihat yang diberikan oleh orang yang tidak mengamalkan apa yang dikatakannya. Sebab, bagaimana seorang yang salah dapat memperbaiki kehidupannya sementara ia mendengar seorang yang lebih buruk darinya berusaha untuk mengajarinya.

3. Kemudian hendaklah orang yang mencari Allah berusaha lari dari percakapan dengan manusia karena Musa ketika berada sendirian di atas gunung Saina’ maka beliau menemukan Allah dan berdialog dengan-Nya sebagaimana seorang pecinta berdialog dengan kekasihnya.

4. Hendaklah orang-orang yang mencari Allah berusaha keluar sekali setiap tiga puluh kali ke tempat yang biasa di jadikan perkumpulan oleh masyarakat dunia. Karena boleh jadi ia dapat melakukan suatu amal pada satu hari saja namun dihitung amalnya itu selama dua tahun, khususnya berkaitan dengan pekerjaan yang di situ ia mencari ridha Allah.

5. Hendaklah ketika ia berbicara tidak melihat ke arah mana pun kecuali ke arah dua kakinya, dan ketika ia berbicara hendaklah mengatakan hal yang penting saja.

6. Hendaklah ketika ia makan tidak berdiri dari meja makan dalam keadaan kekenyangan.

7. Hendaklah mereka berpikir setiap hari karena boleh jadi mereka tidak akan menemui hari berikutnya.

8. Dan hendaklah mereka benar-benar memanfaatkan waktu mereka sebagaimana mereka selalu bernafas.

9. Hendaklah satu baju dari kulit binatang cukup untuk mereka.

10. Hendaklah mereka setiap malam berusaha untuk tidur tidak lebih dari dua jam.

11. Hendaklah mereka berusaha berdiri di tengah-tengah salat dengan rasa takut.

12. Kerjakanlah semua ini dalam rangka mengabdi kepada Allah SWT dengan menjunjung tinggi syariat-Nya yang Allah SWT karuniakan kepada kalian melalui Nabi Musa.

13. Karena dengan cara seperti ini, kalian akan menemukan Allah SWT dan kalian akan merasakan pada setiap zaman dan tempat bahwa kalian berada di bawah naungan Allah SWT dan Dia akan selalu bersama kalian.”

SUMBER : WAKIDYUSUF

NABI KHIDIR [KATA KATA BIJAK]

KATA – KATA BIJAK NABI KHIDIR

● Pesan yang Pertama

Ketika Nabi Khidir hendak berpisah dengan Nabi Musa, dia (Musa) berkata, “Berilah aku wasiat”.

Jawab Nabi Khidir :

1. Wahai Musa, jadilah kamu orang yang berguna bagi orang lain

2. Janganlah sekali-kali kamu menjadi orang yang hanya menimbulkan kecemasan diantara mereka sehingga kamu dibenci mereka.

3. Jadilah kamu orang yang senantiasa menampakkan wajah ceria dan janganlah sampai mengerutkan dahimu kepada mereka.

4. Janganlah kamu keras kepala atau bekerja tanpa tujuan.

5. Apabila kamu mencela seseorang hanya karena kekeliruannya saja, kemudian tangisi dosa-dosamu, wahai Ibnu Imron!

(Al Bidayah Wan Nihayah juz I hal. 329 dan Ihya’ Ulumuddin juz IV hal. 56).

● Pesan ke Dua .

Diriwayatkan bahwa setelah Khidir mau meninggalkan Nabi Musa, dia (Khidir) berpesan kepadanya :

1. Wahai Musa, pelajarilah ilmu-ilmu kebenaran agar kamu dapat mengerti apa yang belum kamu fahami, tetapi janganlah sampai kamu jadikan ilmu-ilmu hanya sebagai bahan omongan. (Riwayat Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Asakir).

2. Berseberangan faham yang sudah diyakini tidaklah perlu diusik satu sama lain karena masing-masing sudah kokoh dalam keyakinannya hanya saja ajakan orang-orang yang masih ngambang atau yang belum iman.

● Pesan ke tiga.

1. Wahai Musa, sesungguhnya orang yang selalu memberi nasehat itu tidak pernah merasa jemu seperti kejemuan orang-orang yang mendengarkan.

2. Maka janganlah kamu berlama-lama dalam menasehati kaummu. Berilah nasehat singkat, padat, berisi dan yang penting tidak membosankan.

3. Dan ketahuilah bahwa hatimu itu ibarat sebuah bejana yang harus kamu rawat dan pelihara dari hal-hal yang bisa memecahkannya.

4. Kurangilah usaha-usaha duniawimu dan buanglah jauh-jauh dibelakangmu, karena dunia ini bukanlah alam yang akan kamu tempati selamanya.

5. Kamu diciptakan adalah untuk mencari tabungan pahala-pahala akhirat nanti.

6. Bersikap ikhlaslah dan bersabar hati menghadapi kemaksiatan yang dilakukan kaummu.

7. Hai Musa, tumpahkanlah seluruh pengetahuan (ilmu) mu, karena tempat yang kosong akan terisi oleh ilmu yang lain

8. Janganlah kamu banyak mengomongkan ilmumu itu, karena akan dipisahkan oleh kaum ulama’.

9. Maka bersikaplah sederhana saja, sebab sederhana itu akan menghalangi aibmu dan akan membukakan taufiq hidayah Allah untukmu.

10. Berantaslah kejahilanmu dengan cara membuang sikap masa bodohmu (ketidak pedulian) yang selama ini menyelimutimu.

11. Menahan dan menyingkirkan sifat-sifat yang kurang baik bukan main susahnya kalau tidak dilandasi dengan dzikir kalbu, sebab dzikir kalbu dapat mengikis sifat-sifat yang kurang baik yang sekian lama membelenggu diri. Dengan dzikrullah yang dikerjakan di kalbu, disamping menghilangkan sifat-sifat yang kurang baik, sifat-sifat yang baik pun menguasai diri dan menambah ketenangan dan ketentraman hati.. Itulah sifat orang-orang arif dan bijaksana, menjadi rahmat bagi semua. Orang-orang arif identik dengan orang-orang Sufi, orang-orang Sufi kebanyakan adalah para wali Allah yang menjadi rahmat bagi semua orang.

12. Apabila orang bodoh datang kepadamu dan mencacimu, redamlah ia dengan penuh kedewasaan serta keteguhan hatimu. Meredam kemarahan orang yang memarahi di awali melatih penahanan hawa nafsu dan meredam keinginan hawa nafsu yang ingin bergolak. Setelah mampu meredam hawa nafsu, meredam amarah orang lain dengan kelembutan sifat dan keteguhan hati.

13. Hai putra Imron, kamu sadari bahwa ilmu Allah yang kamu miliki hanya sedikit. Ilmu yang dipunyai manusia itu hanya sedikit, itupun Allah lah yang memberinya sedangkan ilmu yang Allah miliki tak terhingga.

14. Sesungguhnya menutup-nutupi kekurangan yang ada pada dirimu atau bersikap sewenang-wenang adalah menyiksa diri sendiri. Menutupi kekurangan diri sendiri juga sama dengan menutup diri yang tidak mau menerima dari luar diri. Akhirnya kebodohan yang didapatkan sebaiknya sifat terbuka atau keterbukaan dari segala hal akan terbukalah hal-hal yang tersembunyi. Termasuk dapat terbukanya ilmu Allah maka jangan tutupi dirimu, terbukalah.

15. Janganlah kamu buka ilmu ini jika kamu tidak bisa menguncinya. Jangan pula kamu kunci pintu ilmu ini jika tidak tahu bagaimana membukanya, hai putra Imron. Membuka ilmu adalah tugas seorang guru, mursyid, atau pembimbing. Jadi beliau sudah mampu membuka dan menutup ilmu. Kenapa ilmu yang sudah dijalani oleh seorang murid ditutup?, disebabkan si murid ada kesalahan besar yang sudah tidak dapat diajak memperbaiki untuk meluruskan pelajaran ilmunya. Makanya harus ditutup, supaya dibelakang hari tidak ada permasalahan yang lebih besar lagi. Kalau tidak tahu cara menutup ilmu, jangan sekali-kali membukanya walau tahu cara membuka ilmu tersebut, sebab kalau nanti ada konflik dikemudian hari tidak akan merepotkan. Bisa saja ilmu yang baik ini diselewengkan.

16. Barang siapa yang menumpuk-numpuk harta benda, dia sendiri bakal mati tertimbun dengannya hingga dia merasakan akibat dari kerakusannya itu. Sebagaimana kisah kerakusannya si Korun, dia seorang yang tamak terhadap harta tidak dipergunakan untuk perjuangan agama Allah, sehingga dia tertimbun hartanya.

17. Namun, semua hamba yang selalu mensyukuri karunia Allah serta memohon kesabaran atas ketentuan-ketentuan Nya, dialah hamba yang zuhud dan patut diteladani. Dengan meninggikan sifat sabar serta mau menerima ketentuan-ketentuan yang baik bersyukur atas nikmat dari Nya, dan menerima ketentuan yang jelek diterimanya dengan ikhlas yang didasari dengan kesabaran, dan mohon pertolongan Nya.

18. Bukankah orang yang seperti itu mampu mengalahkan nafsu syahwatnya dan dapat memerangi bujuk rayu syaitan? Syaitan membujuk manusia sejak Nabi Adam as. diciptakan di surge.

19. Dan Dia pula orang yang mengetam buah dari ilmu yang selama ini dicarinya. Sabda Rasulullah saw. dari Abu Darda ra. mengatakan : Barang siapa yang melalui suatu jalan untuk menuntut ilmu Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Dan para malaikat selalu meletakkan sayapnya untuk menaungi orang-orang yang menuntut ilmu, karena senang dengan apa yang mereka lakukan. Dan bagi orang-orang yang alim, dimintakan ampun untuknya oleh penduduk langit dan bumi serta oleh ikan-ikan yang ada di air. Dan keutamaan orang alim terhadap ahli ibadah (yang tidak memiliki ilmu) adalah bagaikan kelebihan sinar bulan atas bintang-bintang lainnya. Dan sesungguhnya ulama’ adalah pewaris para nabi, dan sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham (kekayaan dunia), akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Maka barang siapa yang mengambil ilmu itu, berarti ia telah mengambil bagian yang sempurna. (HR. Dawud Tirmidzi). (Pesan-Pesan Rasulullah hal. 167- 168

20. Segala amal kebajikannya akan dibalas dengan pahala di akhirat. Sekecil apapun amal kebajikan yang kita kerjakan di dunia, Allah akan membalasnya karena di dunia ini kita diwajibkan menanam amal sebanyak-banyaknya, surat Az Zalzalah ayat 7 menerangkan : “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya”.

21.Sedangkan kehidupan dunianya akan tentram ditengah-tengah masyarakar yang merasakan jasanya. Jasa seorang pahlawan dikenang sepanjang masa oleh takyat. Sekarang apa yang kita berikan kepada masyarakat dalam masa kita hidup ini supaya berguna, walau hanya secoret kalimat untuk merubah kalbu agar berdzikir kepada Allah

22. Hai Musa, pelajarilah olehmu ilmu-ilmu pengetahuan agar kamu dapat mengetahui segala yang belum kamu ketahui, misalnya masalah-masalah yang tidak bisa diomongkan atau dijadikan bahan pembicaraan saja. Ilmu yang tidak bisa diomongkan itu ada beberapa macam antara lain penyampaiannya memakai bahasa isyarat, bahasa gerak, bahasa perlambang, bahasa kias, dan bahasa simbolis. Ada juga yang memakai bahasa kalbu, ada lagi cara penyampaiannya lewat mimpi dan yang setengah sadar. Menerima pelajaran seperti itu semua memang tidak bisa diomongkan kepada orang yang belum bisa memahaminya.

23. Mempelajari ilmu yang seperti itu dimulai dengan dzikir kalbu dan menghidupkan perasaan antara lain, perasaan lahiriyah / fisik, perasaan akal / otak, perasaan kalbu / hati, serta menghidupkan perasaan indra-indra dhohiriyah maupun indra-indra batiniyah. Itulah penuntun jalanmu dan orang-orang akan disejukkan oleh hatimu.

24. Menjadi seorang penuntun yang diawali dari dituntun oleh seorang yang sudah ahlinya. Karena kita ini ditunggu oleh mereka maka persiapkan dirimu untuk mereka. Sebab keberadaan sang penuntun ditengah-tengah mereka hatinya merasa tentram.

25. Hai Musa putra Imron, jadikanlah pakaianmu bersumber dari dzikir dan fakir serta perbanyaklah amal kebajikan.

26. Pakaian taqwa adalah yang paling baik untuk dipakai, dzikir adalah sarana pokok dalam kekokohan taqwa, buahnya dzikir itu bertafakkur. Ketafakkuran menghasilkan perenungan yang di amalkan dalam keseharian berbakti kepada Allah swt.

27. Suatu hari kamu tidak dapat mengelak dari kesalahan, maka pintalah ridha Allah dengan berbuat kebajikan, karena pada saat-saat tertentu akalmu pasti melanggar larangan Nya.

28. Sekarang telah kupenuhi kehendakmu untuk memberi pesan-pesan kepadamu.

29.Omonganku ini tidak akan sia-sia apabila kamu mau menurutinya.
Setelah itu Khidir meninggalkan Nabi Musa yang duduk termenung dalam tangis kesedihan. (Dikutib dari buku Kisah Khidir dan 9 Tokoh Sufi oleh ABU KHALID MA. Pustaka Agung Surabaya).

NABI IDRIS [KATA KATA BIJAK]

KATA – KATA BIJAK NABI IDRIS

1. Kesabaran yang disertai iman kepada Allah akan membawa kemenangan

2. Orang yang bahagia adalah orang yang waspada dan mengharapkan syafaat dari Tuhannya dengan amal –amal sholehnya

3. Bila kamu memohon sesuatu kepada Allah dan berdoa, iklaskanlah niatmu, demikian juga untuk shalat dan puasamu

4. Jangan bersumpah palsu dan janganlah menutupi sumpah palsu supaya kamu tidak ikut berdosa

5. Taatlah kepada rajamu dan tunduklah kepada pembesarmu, serta penuhilah mulutmu dengan ucapan syukur dan puji kepada Allah

6. Jangan irihati kepada orang-orang yang baik nasibnya karena mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kebaikan nasibnya

7. Barang siapa melampui kesederhanaan tidak sesuatupun akan memuaskannya

8. Tanpa membagi-bagikan nikmat yang diperolehnya, seseorang tidak dapat bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang diperoleh itu

NABI ADAM AS [KATA KATA BIJAK]

KATA – KATA BIJAK NABI ADAM

Dituliskan dalam buku al-Manhaj al-Sawy sebagai berikut;

“Diriwayatkan, bahwa suatu ketika Nabi Adam berpesan kepada anak-anaknya dengan berkata,

“Wahai anak-anakku, ketika kalian ingin melakukan sesuatu, prioritaskan tiga hal terpenting beritkut ini;

1. Bermusyawarahlah dengan orang-orang yang bijak (al-Akhyâr). Sebab andai aku meminta pendapat terlebih dahulu kepada para malaikat perihal memakan buah (khuldi) saat di surga itu, niscaya mereka pasti memberi saran kepadaku untuk tidak memakannya.

2. Kalian juga harus perhatikan akibatnya. Andai dulu aku perhatikan imbasnya, pastilah aku enggan memakan dari pohon surga tersebut.

3. Dan yang terakhir, jika kalian ingin (melakukan) sesuatu kemudian hati kalian gelisah-ragu, maka jangan sesekali kalian melakukannya! Karena sesungguhnya aku ketika berhasrat untuk memakan buah (khuldi), hatiku langsung gelisah-ragu.”

[Al-Manhaj al-Sawy Syarh Ushul Thariqat al-Sadat Ali Ba’alawy (hal. 748-749) karya al-’Allamah al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smaith.]

SYEH ABDUL QADIR AL JAILANI [KATA KATA BIJAK]

KATA – KATA BIJAK SYEH ABDUL QADIR AL JAILANI

1. “Makhluk dan Khaliq tidak berkumpul. Dunia dan akhirat juga tidaklah berkumpul dalam satu hati. Ada kalanya makhluk dan ada kalanya Khaliq di hatimu. Ada kalanya dunia dan ada kalanya akhirat. Ada kalanya terbayang bahawa makhluk ada di lahirmu sedang Khaliq di hatimu. Dunia di tanganmu sedang akhirat di hatimu. Adapun di dalam hati, kedua-duanya tidak berkumpul. Lihatlah kepada jiwamu dan pilihkan untuknya, jika ia menghendaki dunia maka keluarlah akhirat dari hatimu. Jika ia menghendaki akhirat maka keluarkanlah dunia dari hatimu. Jika ia menghendaki Tuhan maka keluarkanlah dunia, akhirat dan apa yg selainNya dari hati.
Selagi di dalam hatimu masih ada sebesar semut yang selain Allah, maka kamu tidak melihat dekatnya Allah di sisimu, dan tidak bangkit kejinakan dan ketenangan kepada-Nya.
Selagi di dalam hatimu masih ada dunia sebesar semut kecil, maka kamu tidak melihat akhirat di hadapanmu. Dan selagi di dalam hatimu terdapat akhirat sebesar semut kecil, maka kamu tidak melihat dekat kepada Allah.”

2. “Orang yang zuhud itu berpuasa dari makan dan minum, sedangkan orang yang arif itu berpuasa tanpa diketahui.
Puasa orang zuhud itu siang hari, sedangkan puasa orang arif itu siang dan malam. Ia tidak berbuka dari puasanya sehingga ia bertemu Tuhannya.

Orang yang arif itu puasa tahunan, selalu demam. Puasa tahunan dengan hatinya, demam dengan rahsianya, dan ia tahu bahawa sembuhnya itu adalah dengan bertemu Tuhannya dan dekat kepada-Nya.”


3. Lelah itu selama kamu berkemahuan untuk menuju dan berjalan kepada-Nya. Apabila kamu telah sampai dan habis jarak perjalananmu dan kamu berada di dalam rumah dekat dengan Tuhanmu maka hilanglah beban itu.
Maka tetaplah terhibur dengan-Nya yg berada di dalam hatimu, dan kamu akan bertambah sehingga kamu mengambil sesuatu di samping-Nya. Mulanya kamu kecil kemudian menjadi besar. Apabila kamu sudah besar maka hati penuh dengan Allah, maka tidak ada jalan dan tidak ada sudut bagi hati untuk selain-Nya.
Jika kamu ingin sampai kepada ini, maka jadilah kamu mengikut perintah-Nya, mencegah segala larangan-Nya, berserah diri kepada-Nya dalam kebaikan dan keburukan, kaya dan fakir, mulia dan hina.”

4. ”Wahai anak! Apabila kamu tidak memiliki Islam maka kamu tidak memiliki iman. Dan bila kamu tidak memiliki iman maka kamu tidak memiliki keyakinan. Apabila kamu tidak memiliki keyakinan maka kamu tidak mempunyai makrifat dan pengetahuan-Nya. Ini adalah bertingkat-tingkat. Apabila Islam telah benar bagimu, maka penyerahan itu telah benar bagimu. Jadilah kamu orang yang berserah diri kepada Allah dalam seluruh keadaanmu disertai dengan memelihara batas-batas syarak dan menepati syarak itu.
Serahkan kepada-Nya akan hak jiwamu dan selainmu. Perbaikilah kesopanan terhadap-Nya dan makhluk-Nya. Janganlah kamu berbuat aniaya terhadap dirimu dan orang lain kerana perbuatan aniaya itu kegelapan di dunia dan di akhirat.”

5. “Janganlah kamu melihat amalmu, walaupun anggota-anggota badanmu bergerak untuk amal dan hatimu beserta Zat yang mana amal itu ditujukan kepada Allah. Apabila hal ini sempurna bagimu maka hatimu menjumpai mata yang dapat melihat. Makna menjadi bentuk, yang ghaib menjadi hadir, berita menjadi terang. Hamba apabila baik kerana Allah maka Dia bersamanya dalam semua keadaan. Dia mengubahnya, menggantikannya dan memindahkannya dari satu keadaan kepada keadaan yang lain.
Seluruhnya menjadi bererti, seluruhnya menjadi keimanan, keyakinan, pengetahuan, pendekatan dan kesaksian. Seluruhnya menjadi siang tanpa malam, sinar tanpa gelap, jernih tanpa keruh, hati tanpa nafas, rahsia tanpa kasar, fana tanpa wujud, ghaib tanpa hadir.
Seluruhnya menjadi kitab ghaib dari mereka dan dirinya. Seluruh ini pangkalnya adalah jinak kepada Allah sehingga kejinakan ini sempurna antara kamu dan Allah.”

6. “Ubahlah kerana-Nya sesuatu yang Dia benci dari nafsumu sehingga Dia memberimu apa yang kamu sukai. Jalan itu luas. Berdirilah dan teguhlah. Beramallah dan jangan lalai selama tali dengan dua hujungnya di tanganmu. Mohonlah pertolongan kepada-Nya atas sesuatu yang menjadikan kebaikanmu. Kenderailah nafsumu, jika tidak, ia akan mengenderai kamu. Nafsu itu tukang memerintahkan keburukan di dunia dan tukang mencela di akhirat.”

7. “Bersopanlah yang baik terhadap-Nya dan terhadap makhluk-Nya. Sedikitlah berbicara yang tidak berguna bagimu.”

8. ”Orang-orang yang meninggalkan amal dalam keadaan berilmu, ilmu itu akan melupakanmu dan berkahnya hilang dari hatimu. Wahai orang-orang yang bodoh! seandainya kamu mengetahui-Nya nescaya kamu mengetahui siksaan-siksaan-Nya.”

9. “Syirik itu ada pada lahir dan batin. Syirik lahir ialah menyembah berhala sedangkan syirik batin ialah berpegang kepada makhluk dan memandang mereka dapat memberi kemudaratan dan manfaat.”

10. “Wahai anak! Janganlah kamu menuntut sesuatu kepada seseorang. Dan jika kamu mampu untuk memberi dan tidak mengambil maka lakukanlah. Kamu melayani dan kamu tidak minta dilayani oleh orang lain maka lakukanlah.”

11. Suatu kaum itu disibukkan untuk memberi kepada makhluk. Mereka mengambil dan memberi. Mengambil dari kurnia dan rahmat Allah dan memberikan kepada fakir dan miskin yang ditimpa kesempitan.


Mereka tunaikan hutang orang yang berhutang yang tiada kuasa untuk melunaskannya.
Mereka adalah raja-raja, bukan raja-raja dunia kerana raja-raja dunia itu mengambil dan tidak memberi, sedangkan kaum itu mengutamakan orang lain dan menunggu-nunggu orang yang tidak hadir.

Mereka mengambil dari tangan Allah bukan tangan makhluk. Usaha anggota badan mereka untuk makhluk, sedangkan usaha hati mereka untuk mereka sendiri. Mereka berinfak (memberikan harta) itu kerana Allah bukan kerana hawa nafsu, bukan kerana pujian dan sanjungan.

Tinggalkan kaum yang sombong terhadap Allah dan terhadap makhluk, kerana sombong itu termasuk sifat orang-orang pemaksa yang mana mereka dibenamkan ke dalam neraka jahanam. Apabila kamu marah kepada Allah maka kamu sombong kepada-Nya.

12. “Jadikanlah akhiratmu itu sebagai modalmu, dan jadikan dunia itu sebagai keuntunganmu. Gunakanlah seluruh waktumu untuk menghasilkan akhiratmu. Lalu apabila dari waktumu itu ada sedikit yang tersisa, maka gunakanlah untuk berusaha dalam urusan duniamu dan mencari penghidupanmu.

13. “Nasihatilah dirimu terlebih dahulu barulah kemudian menasihati orang lain. Kamu harus lebih memperhatikan nasib dirimu. Janganlah kamu menoleh pada orang lain sedangkan dalam dirimu masih ada sesuatu yang harus diperbaiki.”

14. “ Janganlah kamu takut kepada makhluk dan janganlah kamu berharap kepada mereka, kerana hal itu menunjukkan betapa lemahnya imanmu. Hendaklah engkau istiqamah dalam cita-citamu, sehingga engkau memperolehi ketinggian, kerana Allah SWT akan memberimu sesuatu yang layak dengan cita-citamu, dengan kebenaran dan keikhlasanmu. Bersungguh-sungguhlah engkau, songsong dan kejarlah, kerana sesuatu itu tidak akan datang kepadamu begitu sahaja, tanpa berusaha memperolehinya, sedangkan engkau mempunyai kewajiban untuk melakukan amal kebaikan sebagaimana engkau diwajibkan untuk mencari rezeki.”

15. “Selama hidup di dunia ini, yang terbaik adalah menyelamatkan hati dari buruk sangka. ”

16. “Orang itu dikatakan dekat dengan Allah selama dia meluangkan waktunya untuk berdzikir setiap hari.”

17. “Bantulah orang fakir dengan sebahagian harta kalian. Jangan pernah menolak pengemis, padahal kalian mampu memberikan sesuatu untuknya baik sedikit mahupun banyak. Raihlah kasih sayang Allah dengan pemberian kalian. Bersyukurlah kepada Allah yang telah membuat kalian mampu memberi. Jika pengemis adalah hadiah dari Allah, sementara kalian mampu memberinya, mengapa kalian menolak hadiah itu?! Bohong kalau kalian mendengar nasihat dan menangis di hadapanku, tapi saat orang datang meminta uluran tangan, kalian malah membiarkannya. Itu menunjukkan bahawa tangisan kalian belum kerana Allah.”

18. “Apabila kebenaran keimananmu telah terbukti dan kamu dapat menyesuaikan diri dengan kehendak dan perbuatan Allah, dan dengan idzin Allah juga, maka hendaklah kamu tetap bersabar dan redha serta patuh kepadaNya. Janganlah kamu melakukan apa saja yang dilarang oleh Allah. Apabila perintah-Nya telah datang, maka dengarkanlah, perhatikanlah, bersegeralah melakukannya, senantiasalah kamu bergerak dan jangan bersikap pasif terhadap takdir dan perbuatan-Nya, tetapi pergunakanlah seluruh daya dan upayamu untuk melaksanakan perintah-Nya itu.

19. “Hendaklah kamu berserah diri dan bertawakal sepenuhnya kepada Allah di dalam segala hal, agar Dia memanifestasikan kerja-Nya melaluimu. Jika kebaikan yang didapati, maka bersyukurlah. Dan jika bencana yang menimpamu, bersabarlah dan kembalilah kepada Dia. Kemudian rasakan keuntungan yang didapati dari apa yang kamu anggap sebagai bencana itu, lalu tenggelamlah di dalam Dia melalui perkara itu sejauh kemampuan yang kamu miliki dengan cara keadaan rohani yang telah diberikan kepadamu. Dengan cara inilah kamu dinaikan dari satu peringkat ke peringkat lainnya yang lebih tinggi dalam perjalan menuju Allah, supaya kamu dapat mencapai Dia.
Kemudian kamu akan disampaikan kepada satu kedudukan yang telah dicapai oleh orang-orang shiddiq, para syuhada dan orang-orang saleh sebelummu. Dengan demikian kamu akan dekat dengan Allah, agar kamu dapat melihat kedudukan orang-orang sebelummu dalam menuju Raja Yang Maha Agung itu. Di sisi Tuhan Allah-lah kamu mendapatkan kesentosaan, keselamatan dan keuntungan.
Biarlah bencana itu menimpamu dan jangan sekali-kali kamu mencoba menhindarkannya dengan doa dan shalatmu, dan jangan pula kamu merasa tidak senang dengan kedatangan bencana itu, karena panas api bencana itu tidak sehebat dan sepanas api neraka.
Sebenarnya, bencana yang datang kepadamu itu bukannya akan menghancurkanmu, melainkan sebenarnya adalah akan mengujimu, mengesahkan kesempurnaan imanmu, menguatkan dasar kepercayaanmu dan memberikan kabar baik ke dalam batinmu. Allah berfirman:

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.” (QS 47:31).”

20. “Janganlah bersusah payah untuk mendapatkan keuntungan dan jangan pula mencuba menghindarkan diri dari malapetaka. Keuntungan itu akan datang kepadamu jika memang sudah ditentukan oleh Allah untukmu, baik sengaja mencarinya maupun tidak. Malapetaka itu pun akan datang menimpamu, jika memang telah ditetapkan oleh Allah untukmu, baik kamu membencinya, maupun mencuba menghindarkannya dengan doa dan solat atau menghadapinya dengan penuh kesabaran, kerana hendak mencari keredhaan Allah.”

21. “Taubatlah engkau dari riak dan nifaq. Janganlah malu mengakui hal itu atas dirimu. Yang kuat di antara manusia mulia adalah mereka yang semula munafik. Oleh yang demikian, berkatalah sebahagian ulama, “Tidak ada yang mengetahui hakikat ikhlas kecuali murai (orang riak)”. Yang paling beruntung ialah mereka yang ikhlas mulai dari awal hingga akhirnya.”

22. “Fikirlah bahawa di dunia ini, suatu yang kamu cintai tidak akan kekal selamanya. Tidak abadi, pasti fana. Jika hal ini telah benar-benar kamu sedari, tentu kamu tidak akan melupakanNya walau sekejap pun. Namun, kebanyakan tidak ada manusia yang mengingatkan hal itu. Barang siapa telah merasakan, bererti telah mengetahuinya. Manusia yang demikian adalah termasuk salah satu dari mereka yang tidak tahan tinggal bersama makhluk..”

23. “Malulah kamu kepada Allah s.w.t. Lihatlah dengan mata hatimu. Rendahkan dirimu dihadapanNya. Letakkan dirimu di bawah lintasan kekuasaanNya. Bimbinglah jiwamu untuk sentiasa mensyukuri nikmat-nikmatNya. Raihlah sinar keterangan dengan mengharungi segala cubaan dan rintangan. Jika semuanya telah benar-benar ada pada dirimu, maka karamah, keluhuran dan syurga Allah akan kamu dapati, baik di dunia maupun di akhirat..”

24. “Ketahuilah, ‘naqal’ tidak dapat dihasilkan oleh ‘akal’. ‘Nash’ tidak dapat meninggalkan ‘qias’. Sesuatu yang sudah jelas, tidak perlu penjelasan lagi. Apalagi halnya berdasarkan prasangka atau pengakuan. Harta benda orang lain tidak boleh diambil hanya dengan pengakuan, tanpa dikuatkan oleh saksi.

Sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud,

“Seandainya manusia itu diterima dakwaannya, nescaya satu kaum mengaku memiliki hubungan darah dengan kaum lainnya, dan juga mengakui harta bendanya. Namun, kesaksian itu diwajibkan atas mudd’i dan sumpah atas orang yang engkar”. Mulut yang terampil tidak ada gunanya jika hatinya bodoh. dan sabdanya lagi,

“Yang paling aku khuatirkan atas umatku ialah manusia hipokrit (munafik) yang pandai berkata-kata”..”

25. “Kenalilah Allah s.w.t., janganlah rasa bodoh terhadapNya. Taatlah kepadaNya, jangan mendurhakaiNya. Redhalah atas kententuan takdirNya, jangan kau ingkari. Kenalilah Al-Haq Azza Wajalla melalui ciptaanNya. Dialah (Allah) Maha Pencipta, Pemberi Rezeki, Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin, Yang Qadim, Yang Abadi dan Yang Bebas Berbuat Sesuai Dengan KehendakNya..”

26. “Orang mukmin mengawal dirinya dengan membangun batinnya. Kemudian bari membangun lahirnya. Sebagaimana orang yang membangun rumah, membelanjakan sejumlah wangnya untuk mengisi rumahnya itu sebelum pintunya terbuat rapi.”

27. Wahai mereka2 yang jahil! Pada mulanya engkau haruslah bergaul dengan para syeikh. Membinasakan nafsu, kesenangan dan segala sesuatu selain Allah Azza Wajalla. Engkau harus selalu menghadap pintu rumahnya, yakni para syeikh. Baru setelah itu, pisahkan dirimu dengan mereka. Bersilalah di persadamu sendirian, hanya bersama Allah Azza Wajalla. Jika semuanya itu telah engkau capai, nescaya engkau akan jadi ‘ubat’ bagi makhluk. Menjadi ‘petunjuk’ yang menuntut mereka, atas lain Allah Azza Wajalla.”

28. “Aku mengajak kamu menghadap ke hadirat Allah Azza Wajalla. AKu mengajak kamu ke ambang pintuNya dan untuk taat kepadaNya, bukan kepada dirimu. Orang munafik tidak mungkin mengajak makhluk ke hadapan Tuhan, melainkan mengajak menghadap kepada diri mereka. Mereka mencari penghormatan dan pengakuan serta tamak kepada hal-hal duniawi..”

29. “Tukarkanlah pakaian ‘syahwat’, sombong, ujub, nifak, suka dipuji makhluk, senang disanjung dan senang kepada pemberian segala daya dan kekuatan serta semangat untuk menukarkannya. Letakkanlah dirimu di hadapan Allah Azza Wajalla dengan tiada daya, kekuatan dan tidak bersama apa-apa, juga dengan tanpa syirik dengan makhluk.

Jika semuanya itu sudah kamu penuhi, tentu kamu akan temui ‘kasih sayang’ Allah s.w.t. selalu melimpah kepadamu..”

30. “Para badal (al-abdal) itu adalah ‘khowas al-khowas’ yang memberikan fatwa syarak. Kemudian memandang urusan Allah Azza Wajalla, perbuatan, kehendak dan ilhamNya. Hal2 yang di luar itu adalah benar2 binasa dalam kebinasaan. Para al-abdal sentiasa membantu kamu. Apa yang kamu lakukan. Apakah kamu teguh atau sebaliknya. Kamu benar ataukah bohong,

Barangsiapa yang tidak menyetujui ‘kadar’ (kententuan Allah s.w.t.) maka ia tidak akan dikasihi dan tidak pula diakui. Siapa tidak rela dengan keputusan Allah s.w.t. maka ia tidak diredhainya. Siapa tidak memberi, maka tidak akan diberi, siapa tidak mahu berkunjung, maka ia tidak dikurnia kenderaan.

Firman Allah s.w.t. yang bermaksud,

” Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah……”
(Q.S. al-Hasy: 7).”

31. “Orang yang beriman selalu menyembunyikan apa yang ada padanya. Jika lisannya terlanjur mengucapkan sesuatu, maka ia segera memperbaiki ungkapan yang diucapkan itu. Berusahalah menutupi apa yang telah lahir, dan mohon kemaafan.”

32. “Janganlah kamu menghendaki kelebihan dan kekurangan. Janganlah mencari kemajuan dan kemunduran. Sebab ketentuan telah menetapkan bahagian masing2. Setiap orang di antara kamu, tidak diwujudkan melainkan telah ditentukan catatan mengenai pengalaman hidupnya secara khusus.”

33. Jika dunia dan akhirat datang melayanmu, dengan tanpa susah payah, ketuklah pintu tuhanmu dan menetaplah di dalamnya. Bila kamu telah menetap di dalamnya, akan jelaslah bagimu seperti “buah fikiran”..”

34. “Janganlah engkau menuntut imbuhan atas amal perbuatanmu, baik keduniaan maupun keakhiratan. Janganlah kamu mencari nikmat, carilah Zat yang memberimu nikmat. Carilah tetangga sebelum mendapatkan rumah. Dialah Zat yang mewujudkan segala sesuatu, Zat yang mengaturkannya dan yang wujud sesudah segala sesuatu.

Saudaraku, Janganlah kamu termasuk golongan orang2 yang apabila diberi nasihat, tidak mahu menerima, dan jika mendengar nasihat tidak mahu mengamalkannya. Ketahuilah, bahawa agamamu akan hilang disebabkan empat perkara:

1. Kamu tidak mengamalkan apa yang telah kamu ketahui.
2. Kamu mengamalkan apa yang tidak kamu ketahui.
3. Kamu tidak mahu berusaha mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, sehingga tetap bodoh.
4. Kamu melarang manusia untuk berusaha mengetahui apa yang mereka tidak mengetahuinya..”

34. “Kepada mereka yang fasik, takutlah kepada orang yang beriman. Jangan bergaul dengan dengan dia, selagi kamu masih bergelumang dengan kemaksiatan yang keji. Sebab, orang2 mukmin, dengan cahaya Illahi, mengetahui apa yang ada dalam dirimu. Mereka mengetahui syirik dan munafikmu dengan melihat tindakan dan gejolak yang ada di balik dirimu. Mereka melihat cela dan aibmu. Barangsiapa tidak mengetahui tempat keberuntungan, lalu dia jelas tidak akan beruntung. Jika demikian, bererti berubah akalmu, dan teman-temanmu pun berubah akal pula.

Sabda Nabi Muhammad s.a.w. yang bermaksud,

“Takutlah kamu dengan firasat seorang mikmin. Sebab ia memandang sesuatu dengan cahaya Illahi.”

35. “Para kekasih Allah (auliya) terhadap makhluk adalah buta, tuli dan bisu. Jika hati mereka telah dekat kepada Allah Azza Wajalla, maka mereka tidak mendengar dan melihat selain-Nya. Mereka berada pada kedudukan antara Al-Jalal dan Al-Jamal, tidak berpaling ke kanan ataupun kiri. Bagi mereka tidak ada belakang, yang ada hanyalah depan. Manusia, jin, malaikat dan makhluk yang lain melayani mereka.

Demikian pula hukum dan ilmu. Kurnia (fadhal) merupakan santapan dan penyegarnya. Mereka makan dari fadhal-Nya dan minum susu-Nya. Mereka minum, mereka merasa bising terhadap suara-suara manusia, tetapi mereka tinggal bersama-samanya (makhluk). Mereka menyuruh makhluk melaksanakan perintah Allah SWT, mencegah makhluk dari mengerjakan larangan-larangan-Nya, sebagai penerus ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Merekalah pewaris yang sebenarnya.

Para kekasih Allah itu tidak pernah bertindak dan bersikap demi diri dan nafsunya sendiri. Mereka mencintai sesuatu kerana Allah Azza Wajalla dan membenci sesuatu juga keranaNya. Semuanya demi Dia, tidak ada bahagian yang diberikan kepada selainNya.
Firman Allah s.w.t. yang bermaksud,

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah para ulama”. (Q.S. Fathir :28).”

36. Terimalah nasib dengan zuhud, tidak dengan kebencian. Orang yang makan sambil menangis tidak sama dengan orang yang makan sambil ketawa, dalam menerima segala ketentuanNya. Sentiasalah hatimu dengan Allah Azza Wajalla. Berserah dirilah atas keburukan nasib. Kamu makan sesuatu yang diberikan oleh tabib dan sesuai dengan ubatnya adalah lebih baik daripada makan sesuatu yang kamu sendiri tidak mengetahui asal usulnya. Selama hatimu keras terhadap amanat, maka hilanglah rahmat darimu, dan hilanglah pula segala yang ada padamu. Hukum2 syariat itu amanat yang dibebankan kepadamu, sedangkan kamu meninggalkan dan mengkhianatinya. Tidak guna lagi jika amanat telah lenyap dari hatimu.”

37. “Andaikata tanpa kurnia Allah Azza Wajalla, mana mungkin orang berakal mentadbir negara, bergaul dengan para penghuninya, yang telah dilanda sifat riak, nifak, zalim bergelumang syubahat dan haram. Benar telah tersebar kekufuran, Ya Allah. Kami mohon pertolongan kepadaMu dari kefasikan kelancangan. Telah banyak kelemahan melanda para zindik. Sungguh telah ku bongkar rahsia rumah kamu. Tetapi aku mempunyai dasar yang memerlukan pembina. Aku mempunyai anak-anak yang memerlukan pendidikan. SEANDAINYA KU UNGKAP SEBAHAGIAN RAHSIAKU, tentu hal ini merupakan pangkal perselisihan antara aku dengan kamu..”

38. “Nasihatlah dirimu terlebih dahulu, kemudian baru orang lain. Anda harus memelihara nafsumu. Jangan kamu mengira kesalahan orang lain sebab, dirimu masih memerlukan pembaikan. Adakah anda tahu bagaimana membersihkan orang lain? Bagaimana menonton orang lain? Padahal yang dapat memimpin manusia adalah orang2 yang awas. Hanya peranan ulung yang dapat menyelamatkan orang lain yang tenggelam dalam lautan. Hanya orang yang mengetahui Allah yang dapat mengarahkan umat manusia ke arah jalan-Nya. Tidaklah cakapan yang diperlukan untuk berbakti kepada Allah s.w.t. melainkan perbuatan nyata.”


39. “Nafsu seseorang selalu menentang dan membangkang. Maka barangsiapa ingin menjadikannya baik, hendaklah ia bermujahadah, berjuang melawannya, sehingga terselamat dari kejahatannya. Hawa nafsu semuanya adalah keburukan dalam keburukan, namun apabila telah terlatih dan menjadi tenang, berubahlah ia
menjadi kebaikan di dalam kebaikan.”



40. “Di antara ciri orang yang arif billah Azza Wajalla adalah ia selalu sabar menerima berbagai malapetaka dan rela terhadap semua qadha dan ketentuan-ketentuan takdir-Nya dalam segala ehwalnya, baik berkenaan dengan peribadinya, ahlinya dan semua makhluk sesamanya.”

41. “Kuasailah nafsumu! Kalau tidak, maka ia yang akan menguasaimu. Nafsu selalu mengajak kejahatan dalam soal dunia dan akhirat. Jauhilah orang-orang yang menjauhkan kamu dari Allah Azza Wajalla, seperti kamu menjauhi binatang buas. Berbuatlah sesuatu untuk Allah Azza Wajalla! Sesungguhnya orang yang berbuat sesuatu untuk Allah Azza Wajalla itu akan beruntung. Barang siapa yang mencintai Allah Azza Wajalla, maka Dia akan mencintainya. Dan barang siapa yang menghendaki Allah Azza Wajalla, maka Dia akan menghendakinya. Dan barang siapa yang mengenali Allah Azza Wajalla bererti ia telah mengenal dirinya sendiri.”


42. “Jika kamu terpaksa memerlukan sesuatu, mintalah kepada Allah Azza Wajalla, jangan kepada makhluk. Sesungguhnya yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang meminta dunia kepada sesama makhluk-Nya. Mintalah pertolongan kepada-Nya. Dia Maha Kaya, sedangkan semua makhluk adalah fakir. Mereka tidak dapat memberikan bahaya atau manfaat bagi dirinya sendiri, apa lagi bagi orang lain. Sesungguhnya pada permulaan, Dia menghendaki agar kamu menjadi orang yang mencari kepada-Nya. Sedangkan nanti pada akhirnya kamu menjadi yang dikehendaki oleh-Nya. Seorang budak yang masih kecil akan mencari ibunya, tapi kalau sudah besar, justeru ibu yang akan mencarinya. Carilah kasih sayang-Nya.
Jika Dia mengetahui kesungguhanmu mencari-Nya, maka Dia akan menghendakimu. Jika Dia mengetahui kesungguhan cintamu kepada-Nya, maka Dia akan Mengasihimu, menunjukkan hatimu dan mendekatkanmu kepada-Nya.”



43. Hendaklah engkau selalu ingat kepada Allah Azza Wajalla dan mengadakan hubungan bathin dengan-Nya, sebab Allah Azza Wajalla adalah Zat yang memenuhi keperluanmu di dunia dan di akhirat, memeliharamu di waktu hidup dan matimu. Dia juga yang menghindarimu dari segala macam bencana. Hendaklah engkau sentiasa berpegang kepada kalam yang jelas kebenarannya, sejelas coretan tinta hitam ke atas lembaran putih, mengabdilah kepadanya sehingga ia mengabdimu, dan ia memimpin tangan qalbumu dan membawanya ke hadrat Tuhanmu Allah Azza Wajalla. Mengamalkan isinya menyebabkan hatimu memiliki dua sayap yang dapat kau buat terbang untuk menghadap kepada Tuhanmu Allah Azza Wajalla.”

44. “Dekatilah ulama yang muttaqqin, sebab bergaul dengan mereka dapat mendatangkan barakah. Janganlah kamu dekati ulama yang tidak mengamalkan ilmunya, sebab bergaul dengan mereka dapat menimbulkan ‘aib. Bila kamu berhubungan erat dengan orang yang lebih taqwa dan lebih banyak ilmunya daripadamu, maka kamu akan mendapat barakah daripadanya. Bila kau bergaul dengan orang yang lebih tua umurnya daripada umurmu, tapi ia tidak bertaqwa kepada Allah Azza Wajalla, maka pergaulanmu itu akan menimbulkan aib. Beramallah kerana Allah Azza Wajalla, jangan beramal kerana selain-Nya. Beramal kerana selain-Nya adalah syirik.”

45. “Kembalilah kau kepada Allah Azza Wajalla dengan memperbaharui Islam, memperbaiki taubat dan ikhlasmu, sebelum datangnya maut sebab bila maut telah datang, pintu taubat akan tertutup sehingga kau tidak dapat masuk ke dalamnya. Kembalilah kepada-Nya dengan melangkah kaki qalbumu agar pintu anugerah-Nya tidak dikunci untukmu, kerana bila sudah terkunci jiwamu, kekuatan, kekayaan dan hartamu tidak akan diberkati-Nya.”

46. “Qalbu ini tidak akan beruntung selagi belum sampai ke tingkatan qurban kepada Allah Azza Wajalla, Yang Maha Qadim, Azali dan Abadi selama-lamanya. Janganlah suka mendesak, hai munafik. Apakah yang kau miliki itu lebih baik daripada yang dimiliki selainmu? Engkau adalah hamba rotimu, hamba lauk-paukmu, manisanmu, kudamu dan kekuasaanmu. Qalbu yang jujur pergi menghindar daripaa makhluk, menuju kepada Allah Azza Wajalla. Ia melihat segala sesuatu di tengah jalan, tetapi tidak memperdulikan sedikitpun. Ia terus berjalan sampai ake tempat tujuan.”

46. “Saudara! Tinggalkanlah berbicara tentang urusan makhluk selama engkau masih bergabung dengan hawa nafsumu. Diamlah! Sebab, jika Allah Azza Wajalla menginginkan kau untuk melakukan sesuatu, maka Dia menyiapkan kau untuk sesuatu itu. Jika berkenan, Allah berkuasa menghidupkanmu, mematikanmu dan berkuasa pula mengabdikanmu. Allah Zat yang menampakkan segala sesuatu, bukan engkau. Serahkanlah jiwamu, ucapanmu dan seluruh tingkah lakumu kepada ketentuan taqdir-Nya. Giatkan beramal kerana-Nya, jadilah engkau orang yang giat beramal tanpa banyak cakap, orang yang ikhlas tanpa riak, orang yang bertauhid tanpa syirik, orang yang selalu berkhalwat tanpa jalwat, dan bathin tanpa lahir. Sibukkan bathinmu dengan niat yang mantap. Engkau berdialog dengan Allah Azza Wajalla dan memberi ‘isyarat’ kepada-Nya dengan perkataanmu.”

47. “Jadikanlah seluruh amal perbuatanmu li wajhillah, bukan mencari nikmat-nikmat-Nya. Rela dengan pengaturan-Nya, qadha dan perbuatan-perbuatan-Nya. Bila semua ini kau lakukan, bererti kau mati meninggalkan dirimu dan kau hidup dengan-Nya. Hati sanubarimu menjadi selalu ingat kepada-Nya. Engkau sentiasa dekat dengan-Nya dan lupa dengan selain-Nya.”

48. “Jika kamu orang yang berakal, tentu kamu akan meraih keimanan untuk bekal ketika bertemu dengan Allah Azza Wajalla, dan tentu akan bersahabat dengan orang-orang yang soleh, serta mengambil mereka sebagai suri tauladan yang baik dalam perkataan dan perbuatan. Sehingga hari demi hari keimanan dan keyakinanmu akan bertambah. Lalu kemudian Allah Azza Wajalla akan memurnikan keimananmu dan membina perangaimu, serta menumbuhkan kesedaran hatimu dalam menerima perintah dan larangan.”

49. “Barang siapa telah menunaikan perintah Allah Azza Wajalla berupa dua macam jihad ini, nescaya ia akan memperolehi dua balasan, balasan di dunia dan di akhirat. Luka-luka pada tubuh seorang syahid bagaikan membekam (fasd) pada tangan salah seorang di antaramu yang tidak ada rasa sakit sedikitpun. Mati bagi mujahid linafsihi (orang yang memerangi nafsunya) dan bagi orang yang bertaubat dari semua dosanya bagaikan orang haus dahaga yang minum air ais.”

50. “Kuncilah pintu qalbumu. Hentikan segala sesuatu untuk masuk ke dalamnya. Isilah dengan zikrullah saja. Bertaubatlah setiap kali kau mengerjakan maksiat. Sesalilah perbuatanmu yang kurang sopan. Tangisilah kesalahan-kesalahanmu. Bantulah kaum fakir miskin dengan sedikit hartamu. Janganlah bersikap tamak. Sebentar lagi hartamu akan kau tinggalkan. Orang mukmin yang kuat keyakinannya tidaklah bersikap kedekut. Sikap demikian inilah yang menyebabkan bahagia, baik di dunia mahupun di akhirat kelak.”

51. Nabi Isa a.s. berkata kepada iblis yang bermaksud: “Siapa yang paling kau senangi? Jawab iblis: “Orang mukmin yang bakhil”. Nabi Isa a.s. bertanya lagi: “Siapa yang paling kau benci? Iblis menjawab: “Orang fasiq yang dermawan.” “Mengapa begitu?”, tanya Nabi Isa a.s. Iblis menjawab: “Ya, aku menginginkan dari orang mukmin yang bakhil agar ketamakannya itu menjerumuskannya ke jurang kemaksiatan, dan aku sangat khuatir kalau keburukan-keburukan orang fasiq itu terhapus oleh kedermawannya.”

52. Nabi Isa a.s. berkata kepada iblis yang bermaksud: “Siapa yang paling kau senangi? Jawab iblis: “Orang mukmin yang bakhil”. Nabi Isa a.s. bertanya lagi: “Siapa yang paling kau benci? Iblis menjawab: “Orang fasiq yang dermawan.” “Mengapa begitu?”, tanya Nabi Isa a.s. Iblis menjawab: “Ya, aku menginginkan dari orang mukmin yang bakhil agar ketamakannya itu menjerumuskannya ke jurang kemaksiatan, dan aku sangat khuatir kalau keburukan-keburukan orang fasiq itu terhapus oleh kedermawannya.”

53. “Allah Azza Wajalla menciptakan ubat dan penyakit. Maksiat adalah penyakit, sedangkan taat adalah ubat. Zalim itu penyakit, sedangkan adil itu ubat. Salah itu penyakit, sedangkan benar itu ubat. Menentang Allah itu penyakit, sedangkan taubat dari segala dosa itu ubat.”

54. “Ketahuilah bahawa agamamu akan hilang disebabkan empat perkara:


1. Kamu tidak mengamalkan apa yang telah kamu ketahui.
2. Kamu mengamalkan apa yang tidak kamu ketahui.
3. Kamu tidak mahu berusaha mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, sehingga tetap bodoh.
4. Kamu melarang manusia untuk berusaha mengetahui apa yang mereka tidak mengetahuinya.”



55. “Syirik itu ada kalanya dalam lahir dan ada kalanya dalam bathin. Syirik lahir ialah menyembah kepada selain Allah. Adapun syirik bathin ialah menggantungkan nasib kepada sesama makhluk dan menganggap mereka yang mendatangkan bahaya dan manfaat.”

56. “Wahai orang yang tertipu! Tiang atas kehidupanmu telah retak, dinding kehidupanmu juga telah condong, bahkan rumah yang kamu duduki telah roboh. Kamu harus segera meninggalkannya dan pindah ke tempat lain. Carilah rumah akhirat! Langkahkan kakimu ke sana. Apakah kakinya? Kakinya ialah amal yang baik. Persembahkan hartamu untuk akhirat, supaya kelak kamu boleh mendapatkannya di sana.

Wahai orang yang tertipu oleh gemerlapan dunia! Wahai orang yang sibuk dengan sesuatu yang tidak bererti! Wahai orang yang meninggalkan kemuliaan dan sibuk dengan para hamba! Celakalah menanti kamu!.”

57. “Celakalah, engkau melakukan perbuaan ahli neraka, tetapi kau mengharapkan syurga. Engkau tamak bukan pada tempatnya. Janganlah kau tergiur dengan barang pinjaman yang kau kira sebagai milikmu sendiri. Sebentar lagi, barang itu akan diambil dari tanganmu. Allah Azza Wajalla telah meminjamkan kehidupan kepada mu, sehingga dengan itu kau patuh kepadaNya. Kehidupan yang pendek merupakan barang pinjaman itu kau anggap sebagaai milik peribadimu, sehingga kau perlakukan semahu mu.”

58. Jika tauhid, ikhlas, makrifat dan mahabah kepada Allah Azza Wajalla telah benar-benar meresap dalam lubuk hatinya, maka datanglah (kepadanya) keteguhan pendirian dan kelonggaran mutlak. Datang pula kepadanya kekuatan raksasa dari Allah Azza Wajalla. Ia, dengan kekuatannya itu, sanggup memikul beban berat makhluk, tanpa payah. Ia mendekati mereka, ia menuntut mereka. Segala kesibukannya hanya untuk kemaslahatan mereka, namun tidak melalaikannya daripada Tuhannya walau sekejap masa. Orang yang zuhud selalu berusaha lari dari makhluk, tetapi orang zuhud yang kamil tidak demikian. Ia tidak berusaha menghindari mereka, kerana ia sudah mencapai darjat arifbillah (makrifat kepada Allah SWT).”

59. “Keberanian musuh (orang-orang kafir) dinilai dari ketabahannya di saat berhadapan dengan mereka. Tetapi, keberanian orang-orang soleh dinilai dari segi ketabahannya di waktu bertemu dengan hawa nafsu, kesenangan, perwatakan syaitan-syaitan dan teman-teman mereka yang sentiasa mengajak berbuat kejahatan. Sedangkan keberanian orang-orang khas (Khawwash) dinilai dari segi “zuhud”nya dalam urusan dunia dan akhirat dan kebergantungannya kepada Allah Azza Wajalla.”

60. “Alangkah baik keadaan orang mukmin di dunia dan di akhirat. Di dunia ia tidak berdukacita segala sesuatu yang ada padanya setelah ia mengetahui bahawa Tuhannya berkenan meredhainya. Di mana saja ia berada, pasti ia menemui bahagiannya dan merasa puas dengan haknya itu. Ke mana saja ia menghadap, ia selalu memandang dengan Nur Allah Azza Wajalla, tiada kegelapan baginya. Semua isyaratnya tertuju kepada Allah Azza Wajalla. Segala pegangan dan tawakalnya juga hanya tertuju padaNya. Hati-hatilah, jangan sekali-kali anda menyakiti orang mukmin sebab penyakit orang mukmin adalah satu racun dalam tubuh orang-orang yang menyakitinya, dan juga merupakan faktor penyebab kefakiran dan disiksaNya..”

61. “Berserahlah diri kepada Allah Azza Wajalla. Bermohonlah kepadaNya untuk memenuhi keperluan-keperluanmu. Janganlah kau kira amal perbuatan yang kau lakukan saat jatuh miskin. Bukalah lebar-lebar pintu hubunganmu dengan Dia. Akuilah segala dosamu. Mohonlah ampun (maghfirah) kepadaNya atas semua kekuranganmu. Yakinilah bahawa tidak ada kemudaratan, tidak ada yang memberi faedah atau memberi anugerah, dan tidak ada yang mampu menolak kenestapaan kecuali Dia. Pada saat-saat itulah buta hatimu lenyap. Mata hatimu telah terbebas dari segala penderitaan.

Saudaraku! sikap itu bukanlah terdapat pada pakaian atau makanan. Sikap itu bersemayam dalam lubuk hati sanubari yang zuhud. Orang yang benar akan mengenakan pakaian sufi dalam batinnya, baru kemudian mengenakannya pada lahirnya. Secara berturut-turut dikenakan pada dirinya, hatinya, jiwanya, dan kemudian anggota-anggota badannya.

Jika semuanya telah berselimut dengan pakaian itu, maka datanglah tangan kasih sayang dan anugerah yang menggantikannya dengan pakaian sukacita, siksaan berganti dengan kenikmatan, kemarahan berganti dengan kesenangan, kekhuatiran berganti dengan ketenteraman, jauh berganti dekat, dan fakir berganti dengan kaya.”

62. “Saudara! Jika bicara, bicaralah dengan niat yang baik. Jika diam, diamlah dengan niat yang baik. Setiap orang yang tidak berniat dalam beramal, maka tiada berguna baginya amal yang ia kerjakannya itu, amalnya sia-sia. Baik engkau bicara atau diam, kau tetap berdosa sebab engkau tidak membenarkan niatmu, diam dan bicara yang tidak mengikut sunnah. ”

63. “Jika kamu memberikan makanan mu kepada para muttaqin serta membantu dia dalam urusan dunia, lalu kamu mendapatkan bahagian pahala dari amal yang ia lakukan, tidak kurang sedikitpun kerana kamu telah menolong niatnya dan telah menghilangkan kesulitannya. Pendek kata, kamu telah mempercepatkan langkahnya ke hadapan Allah Azza Wajalla. Demikian pula jika kamu memberikan makanan mu kepada orang munafik yang nyata dan melakukan maksiat, serta kamu membantunya dalam urusan dunia, bererti kamu akan mendapat siksa dari kejahatannya, tidak kurang sedikitpun kerana kamu telah menolongnya dalam maksiat kepada Allah Azza Wajalla. Tentu saja keburukannya akan kembali kepadamu.”

64. “Orang mukmin yang berjiwa qanaah hanya perlu sedikit saja harta dunia. Ia masuk ke ribaan Tuhannya dengan mengajukan permintaan, permohonan, tawadhuk dan taubat kepadaNya. Bila diberi sesuatu yang ia inginkan, ia bersyukur kepada Allah SWT atas pemberiannNya itu. Bila tidak, ia sabar menerima apa-apa yang menjadi iradahNya, tanpa mengajukan protes dan tanpa menentang. Ia tidak menuntut kekayaan dengan cara menjual agamanya, menampilkan sikap riak dan nifaq, seperti yang kau lakukan hai orang hipokrit.”

65. “Bila qalbu seorang hamba telah sampai (wusyul) kepada Tuhannya, maka Dia menjadikan hamba itu selalu memerlukanNya, mendekati diri kepadaNya, memberikan kedudukan tinggi kepadaNya.”

“Ilmu pengetahuan itu tidak bermanfaat apabila tidak diamalkan. Dalam kegelapan, kamu memerlukan sedikit sinar, iaitu hukum Allah yang harus diamalkan hari demi hari, tahun demi tahun sehingga buahnya dapat kamu nikmati.”

66. “Jadilah engkau orang yang berakal, dan janganlah jadi pendusta. Kau mengatakan, “Saya ini takut kepada Allah SWT, tetapi engkau justeru takut kepada selain-Nya. Janganlah engkau takut kepada jin, manusia dan malaikat. Janganlah takut kepada haiwan, baik yang dapat berbicara mahupun yang bisu. Juga jangan takut kepada siksaan dunia mahupun akhirat, tetapi takutlah kepada Zat yang menyiksa.”

67. Cintailah Dia, beramallah demi-Nya, bukan demi yang lain selain Dia. Takutlah kepada-Nya, jangan kepada yang lain. Semuanya itu dengan hati, bukan dengan cakapan mulut. Itu semua ada dalam khalwat (bathin), bukan dalam jalwat (lahiriah). Q tauhid di ambang pintu rumah, ternyata syirik bersemayam di dalamnya, maka demikian itu adalah “nifaq” (hipokrit). Hindarilah taqwa di mulut, liar di hati, syukur di lisan dan ingkar di hati. Celaka jika ucapan mulut tidak sama dengan qalbumu.

NABI IBRAHIM AS [KATA KATA BIJAK]

KATA – KATA BIJAK NABI IBRAHIM

1 . Kesabaran yang disertai iman kepada Allah membawa kemenangan.

2 . Orang yang bahagia ialah orang yang berwaspada dan mengharapkan syafaat dari Tuhannya dengan amal-amal solehnya.

3 . Bila kamu memohon sesuatu kepada Allah dan berdoa maka ikhlaskanlah niatmu demikian pula puasa dan solatmu.

4 . Janganlah bersumpah dalam keadaan kamu berdusta dan janganlah menuntup sumpah dari orang yang berdusta agar kamu tidak menyekutui mereka dalam dosa.

5 . Taatlah kepada raja-rajamu dan tunduklah kepada pembesar-pembesarmu serta penuhilah selalu mulut-mulutmu dengan ucapan syukur dan puji kepada Allah.

6 . Janganlah iri hati kepada orang-orang yang baik nasibnya, karena mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kebaikan nasibnya.

7 . Barang siapa melampaui kesederhanaan tidak sesuatu pun akan memuaskannya.

8 . Tanpa membagi-bagikan nikmat yang diperolehnya seorang tidak dapat bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang diperolehnya itu.

SUMBER : WAKIDYUSUF

NABI SULAIMAN [KATA KATA BIJAK]

KATA – KATA BIJAK NABI SULAIMAN

Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang lebah,
manis bagi jiwa dan menyembuhkan tubuh.

Hati yang bergembira adalah obat yang baik,
tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Berkah ada diatas kepala orang benar,
tetapi kekerasan meluap dari mulut orang fasik.

Orang bijaksana menimbun pengetahuan,
tetapi mulut orang bodoh dekat pada kehancuran.

1. Buah orang benar adalah pohon kehidupan,
dan bijaksanalah orang yang memenangkan hati orang lain.

2. Jauhilah orang bodoh, karena pada bibirnya tak kau temukan pengetahuan.

3. Serahkanlah segala perbuatanmu kepada Allah,
maka rencanamu akan teguh.

4. Mulut orang benar adalah mata air kehidupan,
tetapi kekerasan meluap dari mulut orang fasik.

5. Tangan yang malas akan membuat miskin,
tetapi tangan yang rajin menjadikan kaya.

6. Lebih baik sedikit dengan kebenaran,
daripada banyak dengan ketidakadilan.

Ceramah Online